Keputusan MA dan Peluang Kaesang di Pilkada Jakarta

Keputusan MA dan Peluang Kaesang di Pilkada Jakarta

Politikus Partai Persatuan Pembangunan atau PPP Sandiaga Uno menentukan tak berkomentar banyak selagi dimintai tanggapan soal putusan Mahkamah Agung atau putusan MA mengenai menambahkan tafsir syarat umur calon gubernur dan wakil gubernur di dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Begitu pun selagi dimintai pendapat soal terbukanya peluang Kaesang Pangarep maju Pilkada DKI Jakarta bersama terdapatnya putusan itu.

Sandiaga mengaku tak ikuti perkembangaan ihwal putusan Mahkamah Agung itu secara detil. “Hukum ini nanti, pakar hukum yang berkomentar. Karena saya tidak ikuti secara detil,” ujarnya selagi ditemui di Universitas Muhammadiyah Karanganyar atau Umuka, Jawa Tengah, Ahad, 2 Juni 2024.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tidak menolak bahwa putusan MA mengenai syarat umur calon gubernur dan wakil gubernur itu dapat terhubung peluang bagi anak-anak muda. Apalagi, menurut dia, selagi ini kuantitas pemilih yang berusia muda termasuk lebih banyak.

Mahkamah Agung dan putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu sedang menjadi sorotan publik

“Pemilihnya lebih banyak anak muda, anak muda akan meraih informasi berasal dari digitalisasi. Para mahasiswa dapat berkreasi bersama penyampaian pesan-pesan yang ditangkap Gen Z,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebut Pilkada wajib disiapkan bersama baik. Namun, dia mengatakan mengenai keputusan yang berkaitan bersama Pilkada DKI Jakarta ada di tangan partai. “Pilkada itu wajib disiapkan bersama baik,” ucap dia.

Saat disinggung kembali mengenai Kaesang yang digadang-gadang akan maju di Pilgub DKI Jakarta, Sandiaga enggan berkomentar banyak. Namun dia mengakui cukup mengenal Kaesang sebagai sosok yang kreatif dan inovatif. “Saya kenal Mas Kaesang bersama cukup baik. Beliau orang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Hal itu menyusul putusan Mahkamah Agung Nomor 23 P/HUM/2024 mengenai menambahkan tafsir syarat umur yang pada mulanya calon gubernur dan wakil gubernur berusia 30 th. termasuk sejak penetapan pasangan calon, menjadi berusia 30 th. sesudah pelantikan calon. Dengan terdapatnya putusan itu, Kaesang kalau amat ikut kontestasi Pilkada DKI Jakarta tak kembali terganjal syarat usia.

Kaesang diketahui lahir pada 25 Desember 1994 sehingga belum genap berusia 30 th. selagi pendaftaran nanti. Menurut jadwal, pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur diakses pada 27-29 Agustus mendatang.

Dengan putusan MA itu, Kaesang dapat ikut mendaftarkan diri walau usianya belum genap 30 th. selagi pendaftaran. Bila ternyata terpilih, Kaesang dapat mencukupi syarat sebagai kepala/wakil kepala tempat lantaran usianya nanti telah masuk umur 30 th. sebelum pelantikan kepala daerah.

Tentang Penulis

admin 8